diam kita membunuh mereka,
tentu tidak lupa ada saudara kita menderita
tentu tidak lupa ribuan peledak di lepaskan dari udara menghempas bumi
tentu tidak lupa apa yang selanjutnya terjadi
tangisan, ibu yang tak tau anaknya dimana
jeritan, anaknya yang kebingungan mencari ibunya,
jeritan, anaknya yang kebingungan mencari ibunya,
bau amis mulai menyeruak, menambah genting situasi disana,
sipil lari ke mesjid yg difikir adalah tempat paling aman
sipil lari ke mesjid yg difikir adalah tempat paling aman
kafir tau itu akan terjadi,
peledak yang di lepaskan itu hanya pancingan
sambil tersenyum, 1 orang pria arab sedang duduk di shaf 7,
ketika mesjid sudah penuh sesak,
pria tersebut menekan tombol kecil.
mungkin tombol tersebut tidak seberapa besar,
namun daya yg dihasilkan cukup untuk melenyapkan mereka yg berkumpul.
bukan saya ingin ekspos kekerasan
bukan juga saya ingin ekspos kematian
bukan juga saya ingin ekspos kematian
hanya ingin menyampaikan dan mencoba menggambarkan apa yang kemarin, hari ini atau besok akan terjadi di Aleppo
sudah 202 warga sipil tewas oleh serangan militer Rusia dan Pemerintah Syuriah rezim Bashyar Assad,
apakah kita akan tetap menganggap ini musibah biasa?
apa yang terjadi jika di negeri ini terjadi hal seperti itu?
dan perasaan sedih tentu melanda kita jika saudara kami di negeri lain menganggap ini musibah biasa.
apa yang terjadi jika di negeri ini terjadi hal seperti itu?
dan perasaan sedih tentu melanda kita jika saudara kami di negeri lain menganggap ini musibah biasa.
biarkan fikiran kita meresapin apa yang sedang di cerna oleh alam sadar kita,
biarkan posisi tidur menjadi duduk, biarkan posisi duduk menjadi berdiri, biarkan hati ini menentukan pilihan utk ikut membantu atau tetap acuh melihat pembunuhan massal terjadi,
ayo kawan, akhiri sikap acuh hari ini!
karena Allah SWT selalu bersama kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar